Jumat, 02 Januari 2015

Hard News luar kampus : CSR Kepiting Cak-Gundul Bahagia Bersama Mereka di Pergantian Tahun



           
            Rumah Makan Kepiting Cak-Gundul menutup Rumah Makan dan menyelenggarakan pesta tutup tahun bersama warga sekitar restauran, Rabu (31/12/2014). Acara ini pertama kali nya di lakukan Rumah Makan cak Gundul selama berada di daerah Jalan Watugede, Mudal Sariharjo Ngaglik Sleman. Acara ini merupakan pelaksaan salah satu program CSR (Corporate Social Responsibility) cak Gundul sebagai ucapan terimakasih kepada masyarakat sekitar dan karyawan.
            Berdoa bersama, makan bersama, hiburan organ tunggal, hingga pesta kembang api merupakan pokok dari acara ini. acara ini hanya di hadiri masyarakat yang benar-benar lokasinya berdekatan dengan Rumah Makan dan berada dalam Rukun Warga yang sama. Tidak hanya di hadiri warga sekitar tetapi acara ini juga di hadiri karyawan dari cabang yang berada di sekitaran Jawa Tengah seperti cabang semarang dan sekitarnya.
            Acara yang di hadiri puluhn warga sekitar rumah makan dan karyawan di buka dengan sambutan dari perwakilan dari pemilik kepiting cak gundul cabang Yogyakarta. “Acara ini merupakan rasa syukur kami atas berhasilnya Rumah Makan kami ini menjadi rumah makan Kepiting yang cukup menarik banyak konsumen. Dan merupakan rasa terimaksih saya kepada masyarakat Mudal yang secara tidak langsung sudah mau membantu berjalan nya rumah makan ini dan berkenan kenyamanan nya terganggu oleh ramai nya pengunjung rumah makan  kami” ujar perwakilan Rumah Makan Kepiting cak Gundul dalam sambutan nya. Pesta Kembang api menjadi penutup dari serangkaian acara yang ada dalam acara ini. tidak kurang dari puluhan kembang api besar dan puluhan kembang api sederhana terbakar habis menghiasi langit sekitar rumah makan cak gundul tepat pukul 00:00 sebagai pertanda pergantian tahun.
            Dari acara ini diharapakan di tahun depan masyarakat sekitar rumah makan cak gundul dapat terus mendukung suksesnya rumah mkan ini baik secara material maupun non-material. Rumah makan cak gundul juga semakin sering mendekatkan diri dengan masyarakat sekitar mengingat tanpa masyarakat yang mendukung rumah makan cak gundul ini juga tidak akan seberhasil saat ini.

opini mahasiswa : "Jogjakarta belum memenuhi standart kota wisata"



            
 “Jika anda berada di suatu tempat yang penduduk nya ramah dan berlimpah makanan nikmat dengan harga murah berarti anda sedang berada di kota Jogjakarta”

            Kalimat tersbut sudah cukup menjelaskan bahwa kota Jogjakarta merupakan kota wisata yang menduduki peringkat ke dua setelah Bali di Indonesia. Memiliki objek wisata yang sangat beragam menjadikan kota ini tidak pernah sepi pengunjung. Kota yang di dalam nya terdapat banyak budaya yang dapat hidup berdampingan ini memang selalu menjadi pengisi daftar liburan masyarakat lokal maupun manca Negara. Menjadi kota yang selalu di kunjungi wisatawan setiap saat, kota ini masih memiliki beberapa pekerjaan rumah untuk berbenah diri.
            Kota wisata yang menawarkan banyak pilihan wisata ini dapat di sebut sebagai surga nya para wisatawan. Objek wisata yang di tawarkan kota ini terdapat beberap macam seperti wisata belanja murah meriah hingga mahal dan berkelas, wisata kuliner dari pagi hari sampai tengah malam, wisata alam dari pegunungan hingga laut, dan wisata edukasi dari bangunan bersejarah, museum, hingga wahana pendidikan. Wisatawan dapat dengan bebas memilih tujuan wisata mereka sesuai dengan yang mereka inginkan. Kota wisata tidak hanya dapat di nilai dari objek wisatanya saja tetapi juga harus memperhitungkan lahan parkir, hotel, dan juga transportasi umum yang menunjang para wisatawan. Jogjakarta dapat di kategorikan kurang mampu menyandang kota wisata jika di perhatikan dari beberapa aspek tersebut.
Lahan parkir yang sangat sulit di setiap objek wisata perlu sekali menjadi perhatian pemerintah Jogjakarta. Memasuki musim liburan, jumlah wisatawan dapat melunjak dua bahkan tiga kali lipat dari hari biasa. Kebutuhan akan lahan parkir juga tentu saja juga meningkat. Bayangkan jika ingin ke malioboro saja wisatawan harus menempuh jarak kurang lebih 2 km karena parkir bis yang tersedia cukup jauh dari malioboro. Hal ini jelas sekali mengganggu kenyamanan wisatawan. Belum sampai objek wisata sudah lelah terlebih dahulu. Parkir pada bahu jalan, hal ini jelas sangat mengganggu kelancaran lalulintas menuju lokasi wisata dan dapat menimbulkan kemacetan. Selain jarak lahan parkir yang jauh, tarif yang di berikan tanpa pengawasan pihak berwenang juga cukup mengganggu. Tarif yang di berikan tidak masuk akal, seperti tarif parkir di jalan mangkubumi (samping PLN) mobil di kenakan tarif Rp.30.000. jelas saja itu dari aturan yang sudah tertera jika tarif parkir mobil hanya kisaran Rp.2000 hingga Rp.3000. hal ini jelas sekali menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah kota Jogjakarta untuk meningkatkan kenyamanan dan kesan baik di mata wisatawan.
Pembangunan hotel yang cukup marak masih di nilai kurang cukup menampung wisatawan yang berkunjung di kota ini. wisatawan biasanya lebih memilih hotel dengan standart kelas melati hingga bintang 3 saja. hal ini di karenakan lebih hemat biaya dan biasanya wisatawan juga jarang tinggal di dalam hotel sehingga percuma jika memilih hotel dengan segala fasilitas. Pembangunan hotel yang dilakukan di kota ini justru semakin marak adalah hotel dengan bintang 3 atau lebih dengan segala fasilitas tetapi jauh dari objek wisata. Hal ini mengakibatkan wisatawan sering kehabisan penginapan dengan harga ekonomis.
Transportasi umum yang cukup memadahi dan juga terdapat dalam jumlah yang banyak juga dapat membantu wisatawan betah berada di kota Jogjakarta. Jogjakarta memang sudah memiliki banyak armada taksi, banyak armada bus kota baik dari koperasi angkutan umum hingga transjogja dan juga memiliki banyak transportasi tradisional. Hal ini dapat di nilai masih sangat kurang untuk memenuhi lonjakan wisatawan saat musim liburan. Seperti saat libur sekolah bersamaan dengan libur natal dan pergantian tahun trans Jogja yang biasa nya dapat di prediksikan setiap lima belas menit sampai di shalter tertentu, saat liburan trans Jogja dapat telat hingga satu jam antar armada yang ada. Hal ini menyebabkan penumpukan penumpang di shalter menunggu bus dan sering terjadi saat armada melalui shalter tersebut sudah dalam keadaan full dan tidak dapat mengangkut lagi penumpang.
Becak dan andong yang memasang tarif sangat tinggi. Permasalahan ini jelas sudah menjadi rahasia umum lagi. saat musim liburan seperti saat ini, becak dan andong memasang tarif yang sangat tinggi bagi para wisatawan. Hal ini jelas dapat merugikan wisatawan dan menjadikan wisatawan kapok untuk berkunjung lagi di ke Jogjakarta.
“Kapok saya disini, baru juga duduk di atas becak dan tukang becak nya bilang sudah sampai. Padahal saya bayar Rp.30.000 ternyata jarak nya hanya dekat” ini merupakan komentar dari wisatawan asal jakarta tentang tarif becak yang luar biasa mahal dan tidak masuk akal. Jika di hari biasa dan menggunakan logat khas Jogjakarta uang Rp.30.000 bisa di gunakan untuk menaiki becak dari Jalan Dagen hingga kisaran jarak 5km. Jelas sekali hal ini dapat memberikan kesan buruk bagi wisatawan tentang liburan nya di Jogja.
Tranportasi menuju objek wisata ternama sangat kekurangan armada. transJogja merupakan satu-satu nya bus umum yang dapat dengan mudah mencapai candi prambanan dengan menggunakan satu bis saja dari malioboro. Hal ini jelas selalu menjadikan jalur ini penuh penumpang. Dengan jumalh armada yang sedikit hal ini cukup membuat wisatawan sedikit kecewa karena harus menunggu lama dan belum tentu mendapat tempat duduk untuk perjalanan nya. Selain menuju prambanan, transportasi umum menuju pantai di daerah bantul juga sangat terbatas. Tidak hanya armada nya tetapi juga waktu nya, jurusan Jogja-parangtritris hanya melayani penumpang hingga pukul 17:00 WIB saja jika lebih resiko penumpang di turunkan sebelum tujuan nya. dan tidak terdapat transportasi menuju pantai di kawasan wonosari dan sekitar nya juga menghambat wisatawan yang datang tanpa transportasi pribadi.
Menjadi kota wisata yang selalu masuk dalam daftar liburan masyarakat lokal maupun manca negara seharusnya Jogjakarta berbenah diri kembali tentang beberapa hal yang sudah saya contohkan. Mengingat bahwa hanya memiliki objek wisata beragam saja tetapi tidak memiliki fasilitas mendukung itu tidak akan cukup untuk menarik wisatawan datang untuk ke dua kali nya ke kota ini. jadikan kota ini terus nyaman bagi wisatawan dan dapat mengajak wisatawan untuk datang lagi, lagi, dan lagi karena Jogjakarta ISTIMEWA.

menulis teks pidato : "Pendidikan Bela Negara Selamatkan Generasi Penerus Bangsa"



Nama               : Tristiana Galuh Ramadany
Prodi               : MK (PR) / 5
NIM                : 01211146028
Audience         : Pelajar SMA kota Yogyakarta
Sambutan        : Komandan Komando Resor Militer (KOREM) 072 Pamungkas
                           Brigjen Fadhilah

Pendidikan Bela Negara Selamatkan Generasi Penerus Bangsa
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatu
Salam sejarahtera bagi kita

Yang terhormat Mayor Jendral Komando Resor Militer 072 beserta jajaran  nya.
Dan anak-anak muda generasi bangsa yang saya banggakan.,
            Terimakasih kepada seluruh partisipan yang sudah menyempatkan waktu nya menghadiri acara ini.
Puji syukur hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kita dapat berkumpul yang InshaAllah berkah ini.
Sholawat serta salam selalu tercurah bagi Nabi agung Nabi Muhammad saw yang membawa kita dari jaman kegelapan menuju jaman yang terang seperti saat ini.
Generasi muda adalah penerus tongkat estafet perjuangan Negara kita. Masa depan bangsa kita berada di tangan mereka. Generasi muda yang aktif dalam kegiatan positif ini yang akan terus menciptakan Indonesia yang lebih baik. Penerus tongkat estafet perjuangan, berarti generasi muda haruslah memiliki semangat yang kuat untuk terus membangun negaranya, harus memiliki cinta tanah air, dan mampu mempertahankan budaya-budaya yang ada di lingkungan kita.
Hadirin sekalian, Generasi muda saat ini dapat kita kategori kan kedalam keadaan yang cukup kritis. Cukup memprihatinkan, ketika generasi muda lebih senang dan tertarik dengan produk dan budaya luar negeri di bandingkan dengan produk lokal buatan negara kita. Bangga menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan yang di lakukan dengan teman sebayanya. Bahasa adala indentitas suatu negara, dan seharusnya sebagai generasi penerus bangsa bangga menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar di bandingkan dengan menggunakan bahasa asing. Keadaan paling krisis terdapat pada generasi penerus yang memiliki mental kekerasan. Pelajar tingkat SMA saat ini seringkali terlibat dengan tawuran baik masalah yang berat hingga masalah sepele selalu di selesaikan dengan tawuran antar pelajar.
Keadaan genarasi muda yang seperti ini yang membuat kita semua prihatin. Tidak terbayang di benak kami sebegai generasi terdahulu apa yang akan terjadi jika hal ini terus terjadi. Bangsa kita akan menjadi bangsa yang apatis, dan anarkis. Pemuda apatis dengan negara nya, tidak peduli dengan apa yang terjadi di negaranya. Pelajar tingkat SMA seharusnya sudah mulai mampu mengawasi segala sistem yang terjadi di negara kita. Mengingat sebagian pelajar SMA sudah memiliki hak pilih saat penentuan para wakil rakyat. Pelajar yang sudah memiliki kesempatan ini justru serng kali memilih untuk tidak menggunakan hak nya dan bersikap apatis dengan apa saja yang berjalan di negaranya. Padahal jika mereka sadar semua yang terjadi saat ini akan menentukan bagaimana nanti nya saat generasi kalian menjadi pelaksana negara. Generasi muda yang anarkis, semua permasalahan seperti tidak akan selesai sebelum terjadi kegaiatan anarkis tawuran antar geng sekolah. Hal ini hanya di pacu oleh maslah sepele yaitu provokasi semata.
Hadirin yang berbahagia, sesuai dengan keadaan generasi penerus yang sudah krisis ini di butuhkan diklat bela negara yang di nilai akan menumbuhkan rasa cinta tanah air generasi muda. Menumbuhkan rasa cinta tanah air pada diri genarasi muda ini yang di nilai sangat efektif untuk menghindarkan anak-anak sekalian dari kegiatan negatif yang merugikan seperti tawuran antar sekolah. Tawuran hanya lah kegiatan negatif yang merugikan, tidak ada manfaat dari tawuran ini. habiskan energi untuk kegiatan positif seperti mengikutin kegiatan ekstrakurikuler yang terdapat di sekolah kalian. Mengikuti ekstrakurikuler Peleton Inti (TONTI) mampu meningkatkan rasa tanggung jawab dan cinta tanah air pada diri kalian. Selain itu juga mampu menjadikan generasi muda lebih bertanggung jawab, displin, dan lebih tertib pada peraturan yang ada. Mencari kegiatan lain yang mendukung hobi anak-anak sekalian. Seperti bergabung di dalam komunitas hobi kalian. Dengan seperti ini pola pikir kalian tentang tawuran itu akan teralihkan dengan pikiran tentang kegiatan komunitas kalian.
Hadirin yang saya banggakan, kegiatan bela negara ini bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta tanah air dan menghilangkan rasa apatis dari generasi mudah kepada negara kita. Kami harapkan kegitan ini dapat membentuk generasi muda yang jauh lebih baik dan menyelamatkan generasi muda yang sudah semakin kritis. Dengan demikian mohon kerja sama nya baik dari pihak kami, pihak aparatur keamanan negara hingga pihak sekolah untuk mendukung kegiatan ini agar generasi muda negara kita kembali menjadi generasi penerus yang baik dan tidak lagi anarkis dan apatis.
Diharapkan setelah kegiatann ini berlangsung anak-anak peserta diklat ini dapat menularkan ilmu yang di dapat kepada teman-teman nya di sekolah. Dan menjadi pelopor pelajar yang anti dengan sikap apatis dan anarkis. Dengan demikian semakin banyak generasi penerus yang mengerti bahaya dari sikap apatis dan anarkis bagi bangsa kita dan mengurangi kegiatan negaif  yang merugikan mereka.

Demikian saja yang dapat saya sampaikan sebagai membuka kegiatan ini. saya sangat berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar tanpa kendala satu apapun, dan berhasil membentuk karakter generasi muda yang aktif dan cinta tanah air.
Terimakasih atas perhatiannya kurang lebihnya mohon maaf
Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatu

Jumat, 12 Desember 2014

Hard News Kegiatan Kampus : "Diskusi Publik Mendorong Pelaksanaan UU KIP di Perguruan Tinggi"




Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo menyelenggarakan diskusi Keterbukaan Informasi publik di kampus STMM ‘MMTC’ Yogyakarta, Jumat (12/12). Kegiatan diskusi dimaksudkan sebagai alat untuk menggugah kesadaran masyarakat bahwa keterbukaan informasi publik saat ini sudah diatur di dalam undang-undang. Sedangkan penanganan keterbukaan informasi publik dilakukan oleh PPID (pejabat pengelola Informasi dan Dokumentasi) di setiap lembaga atau badan publik. Hal ini merupakan tindak lanjut dari tuntutan reformasi, bahwa informasi haruslah terbuka bagi siapa saja.
Acara yang dihadiri oleh puluhan humas perguruan tinggi di Yogyakarta dan juga mahasiswa dari jurusan ilmu komunikasi ini dibuka Tulus Soebarjono mewakili Dirjen Infomasi dan Komunikasi Publik.  
Dalam sambutannya Tulus mengatakan bahwa belum semua masyarakat dan mahasiswa menyadari keberadaan UU KIP.  Meskipun sudah berumur 6 tahun UU KIP dibentuk tetapi baru 5 persen masyarakat yang membaca dan mengetahui isi dari UU KIP ini. Melalui pelaksanaan UU KIP ini, di harapkan negara kita akan terhindar dari terjadinya kasus KKN di pemerintahan.
Begitupula bagi perguruan tinggi sebagai badan publik harus menyediakan informasi publik.
Hadir sebagai pembicara pada diskusi ini Ketua Klinik PPID Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Masduki dan Komisioner Komisi Informasi DIY Siti Roswati Handayani.
Masduki menjelaskan bahwa keterbukaan informasi publik adalah merupakan hak asasi manusia. Sehingga badan publik yang wajib memberi informasi publik secara lengkap. Perguruan tinggi merupakan badan publik, hal ini yang mendasari UII mendirikan Klinik PPID di kampusnya.
Sementara, Roswati memaparkan bahwa informasi yang layak dan tidak layak di sampaikan harus diuji terlebih dahulu agar tidak ada yang dirugikan, dan juga harus memperhatikan hal-hal yang harus dirahasiakan.
Lebih lanjut Roswati menuturkan, keterbukaan informasi ini untuk mewujudkan tata kelola negara yang lebih transparan dan menjamin akuntabilitas.  Prinsip dari pelayanan informasi yaitu harus cepat, tepat waktu, biaya ringan dan sederhana sesuai dengan pasal 2 ayat 3 UU KIP. Keberadaan website lembaga membantu mempermudah akses informasi publik bagi masyarakat.
Dari diskusi ini diharapkan perguruan tinggi mulai menyadari pentingnya mendirikan PPID di kampusnya. Begitu pula bagi mahasiswa diharapkan dapat memberi kesadaran bahwa informasi yang terdapat di kampus merupakan hak mereka. Pihak kampus juga harus mampu memberi informasi yang jelas dan tidak membingungkan mahasiswa.